Kamis, 06 Desember 2018

Bahasa Jurnalistik


A. Konvergensi Media

Media massa mengalami beberapa tahap perubahan, transformasi dan bahkan bermetamorfosis. Roger Fidler menyebut fase perkembangan media dengan nama mediamorfosis, mediamorfosis memilki tiga konsep, yaitu; koevolusi, konvergensi dan kompleksitas, Fidler mendefinisikan mediamorfosis sebagai transformasi media komunikasi yang ditimbulkan akibat hubungan timbal balik yang rumit antara berbagai kebutuhan yang dirasakan, tekanan persaingan politik, serta berbagai inovasi sosial dan teknologi.
            Perkembangan teknologi komunikasi mulai dari mesin cetak yang menghasilkan surat kabar dan buku, Teknik Fotografi yang menghasilkan Film, Teknologi gelombang elektromagnetik yang melahirkan radio dan televisi dan Teknologi berbasis internet yang mempopulerkan istilah media baru (New Media), Internet memicu dua perubahan mendasar dalam media massa, yaitu perubahan proses jurnalistik termasuk digitalisasi dan perubahan bentuk dan format organisasi media.
            Key concepts in Journalism Studies menegaskan konvergensi media adalah pertukaran media di antara semua media yang berbeda karakteristik dan platformnya. Komputer menawarkan sebuah bentuk ke radio dan televisi, telepon seluler yang memiliki gambar dan teks mengambil karatkeristik dari komputer dan radio. Dengan demikian konvergensi media dapat di pahami penyatuan beberapa media konvensional dengan kemjuan teknologi informasi menjadi satu atap atau perusahaan. Konvergensi bukan hanya penyaruan konten, tetapi juga penyatuan dalam satu induk perusahaan media.
            Konvergensi media memungkinkan satu grup perusahaan memiliki media konvensional juga termasuk media sosial, contohnya Kompas grup memiliki kompasiana, detik.com memiliki forumdetik .com dan sebagainya. Konvergensi juga merupakan aplikasi dari teknologi digital, yaitu integrasi teks, suara, angka dan gambar, Konvergensi media ternyata bukan hanya berpengaruh pada perubahan proses jurnalistik, tetapi juga menyangkut ke berbagai aspek kehidupan, akan berdampak pada konsumsi media masyarakat, singkat kata konvergensi media bakal menghadirkan kontruksi sosial media baru yang belum pernah terjadi sebelumnya.

1.      Konvergensi Media di Indonesia
1.2 Kompas Grup
Kompas grup adalah Harian Kompas yang pertama kali terbit 28 Juni 1965, di dirikan almarhum Petrus Kanisius (PK) Ojong dan Jakob Oetama, Nama Kompas sendiri pemberian Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, kelahiran Kompas bermula dari keinginan Menteri/Panglima TNI Angkatan Dasar, Letjen Ahmad Yani untuk memilik surat kabar yang dapat menandingi keperkasaan koran-koran Partai Komunis Indonesia (PKI)

1.3 Konvergensi Media di Belahan Dunia
Seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi, penelitian tentang konvergensi media menjadi tren di kalangan akademik, dalam konteks penelitian konvergensi media juga kian merebak. Semua fokus penelitian terdahulu sama, yaitu tentang konvergensi media, hal yang membedakan adalah lokasi, metode, implementasi dan kerangka teoretisnya, beberapa bidang yang di teliti antara lain keterkaitan konvergensi media dengan jurnalisme, media, bisnis dan politik, tidak ada yang bersinggungan dengan ideologi kekuasaan seperti yang akan di teliti.
            Hasil penelitian Ivar John Erdal memandang dalam era konvergensi media harus ada perubahan dalam pola jurnalisme dan organisasi media, perubahan ini di sebabkan satu sumber berita di olah dan di distribusikan kepada banyak media.

Yuyan Ernest Zhang menyatakan bahwa konvergensi sebagai sesuatu yang tidak terelakkan di era digital. Disini  dibutuhkan strategi untuk terus bertahan dan berkembang. Ada tiga faktor yang menyebabkan konvergensi tidak bisa dihindari , yakni proses organisasi dari atas ke bawah, proses tekanan dari konsumen, dan pengendalian melalui media akan membuat jurnalisme yang bagus, menghasilkan keuntungnan yang berlimpah dan pengeluaran yang kecil, dan meningkatkan daya saing media tersebut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bahasa Jurnalistik

C. Post-journalism Perkembangan Jurnalisme kontemporer sangat mengerikan karena jurnalisme berubah terus. Jurnalisme ditantang oleh te...