Kamis, 06 Desember 2018

Bahasa Jurnalistik


C. Post-journalism

Perkembangan Jurnalisme kontemporer sangat mengerikan karena jurnalisme berubah terus. Jurnalisme ditantang oleh teknologi komunikasi yang lebih baru menyebabkan jurnalisme harus menyesuaikan dirinya. Namun patokan-patokan membuat kebenaran harus terus disampaikan. Kebenaran harus disampaikan; laporan komitmen terhadap fakta. Kalau komitmen jurnalisme terhadap laporan fakta pudar, berarti jurnalisme mati; jurnalisme selesai.
Realitas jurnalisme ketika kampanye Pilpres 2014 yang menjadi objek penelitian menunjukkan bahwa ragam terhadap fakta sudah menjadi sesuatu yang biasa. Beragam berita terhadap satu realitas atau peristiwa yang sama tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang tabu.
            Model keberagaman dalam kerja jurnalistik inilah bisa dipotret sebagai cikal bakal fenomena post-journalism. Istilah ini berangkat dan berakar dari post-truth. Kamus Oxford mendefinisikan post-truth sebagai kondisi ketika fakta –dalam jurnalistik- tidak terlalu berpengaruh dalam membentuk opini publik dibanding emosi dan keyakinan personal.
            Dalam konteks hubungan media dengan jurnalistik politik realitas, kepentingan publik sulit dipisahkan dari kepentingan partai politik atau kandidat ketika dibungkus oleh media televisi. Karena realitas sudah begitu kompleks, maka apa betul ini adalah era post-journalism. Inilah era bahwa fakta tidak begitu penting, tetapi yang penting sentimen yang di bangunnya.
            Dalam post-journalism  tidak ada standar etika dan moralitas yang bisa dipegang. Masyarakat kesulitan membedakan berita dan hoax, informasi palsu dan keterangan asli; gosip dianggap berita dan sebaliknya. Dalam post-journalism, jurnalisme terjebak dalam kontestasi dengan media sosial dalam proses penyebaran informasi. Padahal ranah kedua bidang itu berbeda. Akibat kontestasi yang tidak seimbang plus beragam faktor diluar jurnalisme, kualitas jurnalisme bergeser dan terjadi penurunan martabatnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bahasa Jurnalistik

C. Post-journalism Perkembangan Jurnalisme kontemporer sangat mengerikan karena jurnalisme berubah terus. Jurnalisme ditantang oleh te...